Sebuah kumpulan cerpen terbaik
"Kalau begitu, siapa yang bisa membawaku menemui Tuhan? Aku ingin bertemu Tuhan dan menanyakan takdirku."
"Kenapa sampai kau mencari-Nya? Padahal, Tuhan tak pernah meninggalkan umatnya. Atau kau yang telah meninggalkannya?"
"Jangan cerewet!"
"Tapi, Tuhan hanya bisa ditemui dengan hati."
"Celaka! Aku sekarang tidak punya hati. Bolehkah kupinjam tubuhmu?"
Orang itu termangu. Agak ragu. "Begitu pentingkah untuk bertemu Tuhan?"
"Ya, untuk bertanya tentang lututku."
"Ada apa dengan lututmu?"
"Tempurungnya berpindah ke belakang."
"Oh, Tuhan! Lantas bagaimana kau rukuk dan sujud kepada Tuhan jika tempurungmu berada di belakang?"
"Aku tak pernah rukuk dan sujud."
"Kalau begitu, bagaimana kau akan bertemu Tuhan?"
"Aku ...."
"Kalau kau tak mau rukuk dan sujud, untuk apa kau menuntut takdir lututmu sekarang?"
" ...!!”



0 komentar:
Posting Komentar